Detail Cantuman Kembali

XML

perubahan mesin diesel ke motor induksi 3 fasa sebagai penggerak utama kapal tonasa line XIX ditinjau dari kebutuhan daya


Sistem Propulsi merupakan rangkaian sistem pada kapal yang digunakan untuk menggerakkan suatu kapal. Dalam operasinya di laut, suatu kapal harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kecepatan dinas (Vs) seperti yang direncanakan. Pada penelitian sebelumnya, penggunaan motor induksi 3 fasa sebagai penggerak utama kapal Tonasa Line XIX daya pada penggerak utama pada saat menggunakan sistem konvensional sebesar 1214 KW, pada sistem penggerak elektrik diketahui daya pada motor listrik sebesar 1250 KW (Choiruloh, 2018). grafik tahanan vs kecepatan diatas menunjukkan bahwa pada kecepatan 8 knot diperoleh tahanan total kapal sebesar 67,4 kN Hal ini dikarenakan kecepatan dinas kapal 8 knot sehingga diperoleh Froude Number sebesar 0,125. Untuk nilai Froude Number (Fn) pada variasi kecepatan 5 – 7 knot bahwa nilai Froude number mengalami penurunan rata – rata sebesar 1,5 % dari kecepatan maksimal kapal. Performa daya berbanding kecepatan pada propulsi konvensional lebih besar dari pada propulsi elektrik dengan selisih 30 %. konsumsi bahan bakar pada sistem propulsi konvensional pada kecepatan 8 knot sebesar 6,31 ton, sedangkan pada sistem elektrik 5,90 ton.
622.19.12 Moc p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2019
Surabaya
ix, 57 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...